Sekolah Rakyat Ditinggal Sejumlah Siswa, DPRD Kulon Progo Curiga
Sejumlah siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kulonprogo memilih mundur. DPRD Kulonprogo meminta pemerintah nggak menganggap persoalan ini sekadar soal anak yang kangen rumah, tapi mencari tahu apa yang sebenarnya membuat mereka nggak betah tinggal di asrama.
Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo Edi Priyono menilai perubahan dari kehidupan di rumah ke pola pendidikan berasrama memang bisa jadi tantangan bagi anak. Tapi kalau sampai ada siswa yang memilih keluar, penyebabnya perlu ditelusuri lebih jauh.
Menurut Edi, pemerintah perlu melihat apakah siswa hanya masih dalam tahap adaptasi atau sudah menghadapi persoalan yang lebih serius. Kemungkinan seperti nggak kerasan, tekanan psikologis, sampai bullying juga perlu dipastikan.
Karena itu, Edi minta organisasi perangkat daerah terkait segera mengevaluasi kondisi para siswa. Jangan sampai masalah yang awalnya terlihat sederhana justru berkembang dan mengganggu kondisi psikologis anak.
DPRD juga mendorong psikolog dilibatkan untuk mendampingi siswa di SR. Pendampingan ini dinilai penting supaya anak punya tempat untuk bercerita sekaligus mendapat bantuan saat kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan asrama.
Persoalannya nggak berhenti pada siswa yang masih tinggal di SR. Anak-anak yang sudah mundur juga harus dipastikan tetap bisa melanjutkan pendidikan. Jangan sampai keluar dari sekolah membuat mereka kehilangan akses pendidikan.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos PPPA Kulonprogo, Dian Putera Karana, mengatakan sebagian siswa yang mundur memang belum terbiasa tinggal di lingkungan asrama.
Dinsos kini berkoordinasi dengan pengelola SR untuk memastikan kebutuhan siswa tetap terpenuhi. Layanan kesehatan dan pendampingan psikologis juga dioptimalkan agar anak-anak lebih nyaman selama tinggal di asrama.
Dian mengatakan layanan psikologi di SR terus dilakukan dengan mengoptimalkan tenaga psikolog yang tersedia. Pendampingan itu diarahkan supaya siswa bisa lebih nyaman dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
Buat DPRD, yang perlu dicari sekarang bukan sekadar berapa siswa yang mundur. Yang lebih penting adalah kenapa mereka sampai memilih keluar dan bagaimana memastikan anak-anak tersebut tetap mendapat pendidikan yang layak.
