Workshop UNY di Kulon Progo, TKA Matematika Nggak Cuma Soal Nilai
Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika bukan cuma soal siswa bisa atau nggak mengerjakan soal. Guru matematika SMP di Kulon Progo juga didorong membangun rasa percaya diri dan ketangguhan siswa supaya mereka nggak langsung menyerah ketika ketemu soal yang sulit.
Hal itu menjadi fokus pendampingan yang digelar Tim PPM DLK Depdikmat FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk 30 guru matematika anggota MGMP SMP Kabupaten Kulon Progo. Guru nggak cuma diajak membahas strategi menghadapi TKA, tapi juga mengevaluasi cara mengajar dan membangun sikap positif siswa terhadap matematika.
Salah satu yang dibahas adalah disposisi matematika, yakni sikap siswa ketika berhadapan dengan persoalan matematika. Guru didorong membangun kebiasaan belajar yang membuat siswa lebih tangguh, percaya diri, dan mau terus mencoba meski belum menemukan jawaban.
Hal ini dianggap penting karena capaian TKA Matematika di Indonesia, termasuk Kulon Progo, masih perlu dievaluasi dan diperbaiki. Karena itu, guru diajak melihat lagi pembelajaran dan asesmen yang selama ini digunakan, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa.
Pembelajaran di kelas juga ikut menjadi perhatian. Guru didorong menciptakan suasana belajar yang lebih ramah supaya matematika nggak terus dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan.
Sikap guru dinilai ikut memengaruhi cara siswa melihat matematika. Kalau suasana belajar lebih positif, siswa diharapkan lebih tertarik dan punya kepercayaan diri untuk menghadapi materi yang dianggap sulit.
Pendampingan kemudian dilanjutkan secara daring dengan materi motivasi belajar siswa. Guru diajak merefleksikan motivasi mereka sendiri dalam mengajar sekaligus mencari cara untuk mendorong siswa lebih aktif belajar.
Salah satu pendekatan yang dikenalkan adalah prompt motivasi untuk membantu guru mengelola kelas. Selain pendampingan luring dan daring, peserta juga mendapat penugasan terstruktur agar materi yang dipelajari bisa langsung diterapkan dalam pembelajaran.
Target akhirnya bukan cuma membuat siswa lebih siap menghadapi TKA. Guru juga diharapkan bisa membantu siswa Kulon Progo menjadi pembelajar yang lebih tangguh, percaya diri, dan nggak gampang menyerah ketika berhadapan dengan matematika.
